Guruku adalah Jiwaku, Bukan Siapa-Siapa….

Dunia kecilku telah terisi ajaran cinta yang terlalu rumit

Ketika aku jatuh cinta dengan sederhana, para pengajar menganggapku pembangkang

Dunia kecilku telah disuntik dogma tentang uang

Ketika aku lebih menyukai kemiskinan, para pengajar menganggapku edan

Dunia kecilku telah dijejali khotbah tentang kehormatan

Ketika aku lebih menyukai kesetaraan, para pengajarku menganggap munafik

Seandainya kekuatan hidup itu laksana sebuah bukit

Kudirikan bukit itu bukan dari bongkahan batu dan gundukan tanah yang besar

Namun hanya dari butiran-butiran pasir

Betapa melelahkan memungut satu per satu

Menyusunya hingga menjulang

Dan orang yang datang dalam hidupku lebih sering memporakporandakannya

Hingga suara itu kemudian lahir tanpa diduga

Guruku yang sesungguhnya adalah jiwaku yang terus mencari………….

Mei, 2010

Tentang A Hasyim Asy ari

pegawai negeri sipil rendahan di Pemerintah Kabupaten Bima - NTB - Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s